Akulturasi merupakan proses sosial yang timbul bila suatu kelompok manusia dengan suatu kebudayaan tertentu dihadapkan dengan unsur-unsur dari suatu kebudayaan asing sedemikian rupa sehingga unsur-unsur kebudayan asing itu lambat laun dapat diterima dan diolah ke dalam kebudayaan sendiri tanpa menyebabkan hilangnnya kebudayaan itu sendiri.
Menurut Koentjaraningrat (1990) Akulturasi adalah proses pertukaran ataupun pengaruh-mempengaruhi dari suatu kebudayaan asing yang berbeda sifatnya, sehingga unsur-unsur kebudayaan asing tersebut lambat laun diakomodasikan dan dintegrasikan ke dalam kebudayaan itu sendiri tanpa kehilangan kepribadiannya sendiri .
Akulturasi akan mencakup berbagai aspek kehidupan termasuk didalamnya adalah bahasa, ilmu pengetahuan dan teknoligi, serta kesenian. Bahasa yang sekarang ada didalam bahasa Indonesia tidak seluruhnya asli bahasa Indonesia, melainkan berasal dari banyak bahasa. Misalnya, kata korupsi, manipulasi dan nepotisme yang berasal dari bahasa inggris.
Akulturasi tidak dapat sepenuhnya dihindari, sehingga seluruh pola budaya manusia pada dasarnya selalu bersifat hibrida, campuran dari banyak unsur. Justru gejala yang teramati menunjukkan bahwa budaya yang kuat dan kreatif adalah budaya akulturasi yang tepat. Wujud suatu hibrida unggul merupakan hasil akumulasi pengalaman manusia.
Komunikasi Antar Budaya (Intercultural Communication)
Definisi yang pertama dikemukakan didalam buku “Intercultural Communication: A Reader” dimana dinyatakan bahwa komunikasi antar budaya (intercultural communication) terjadi apabila sebuah pesan (message) yang harus dimengerti dihasilkan oleh anggota dari budaya tertentu untuk konsumsi anggota dari budaya yang lain (Samovar & Porter, 1994, p. 19).
Definisi lain diberikan oleh Liliweri bahwa proses komunikasi antar budaya merupakan interaksi antarpribadi dan komunikasi antarpribadi yang dilakukan oleh beberapa orang yang memiliki latar belakang kebudayaan yang berbeda (2003, p. 13). Apapun definisi yang ada mengenai komunikasi antar budaya (intercultural communication) menyatakan bahwa komunikasi antar budaya terjadi apabila terdapat 2 (dua) budaya yang berbeda dan kedua budaya tersebut sedang melaksanakan proses komunikasi.
Menurut Samover (1981), komunikasi interkultural terjadi ketika pengirim pesan dan penerima pesan berlatarbelakang budaya yang berbeda. Gudykunt, Kim (dalam Atsuko, Tokui. 2002:15) mendefinisikan komunikasi interkultural adalah proses abstrak dan aktivitas terpadu dan pemaknaan dalam komunikasi yang dilakukan antara orang-orang yang memiliki latar belakang berbeda. Sedangkan Yasshiro, dkk.(1998) menjelaskan bahwa komunikasi interkultural yang ideal digambarkan bila orang-orang yang terlibat dalam koimunikasi melakukan interpretasi makna pesan, mengumpulkan informasi, dan melakukan pertukaran informasi tersebut untuk saling menghormati, dan bekerjasama untuk saling menguntungkan.
Komunikasi interkultural (intercultural communication) pada umumnya dipakai dalam situasi komunikasi secara langsung antara orang-orang yang memiliki budaya berbeda. Sedangkan komunikasi lintas budaya (Cross Cultural Communication) digunakan untuk situasi komunikasi tertentu dan dibandingkan dengan beberapa kebudayaan. (Atsuko, Tokui. 2002:16).
Untuk memudahkan tercapainya komunikasi interkultural, penting diketahui, sejauh mana orang-orang yang terlibat dalam komunikasi mengetahui pribadinya masing-masing. Banyak orang yang berusaha mengetahui orang lain tapi tidak banyak orang yang berusaha mengetahui dirinya. Berikut akan dijelaskan beberapa langkah dasar untuk meningkatkan kemampuan komunikasi interkultural terutama tentang pemahaman diri sendiri.
Sumber :
http://id.wikipedia.org/wiki/Akulturasi
Soeroso. 2008. Sosiologi 1. Jakarta: Yudhistira
http://soepardjo.wordpress.com/2008/10/28/komunikasi-interkultural-dalam-pendidikan-bahasa-jepang/
http://jurnal-sdm.blogspot.com/2009/05/komunikasi-antar-budaya-definisi-dan.html
http://books.google.co.id/books?id=0D62imIYIpAC&pg=PA47&dq=pengertian+akulturasi&hl=id&sa=X&ei=ChCXUMm0JMysrAeb3ICYBA&ved=0CEAQ6AEwCA#v=onepage&q=pengertian%20akulturasi&f=false
Minggu, 04 November 2012
Minggu, 14 Oktober 2012
Transmisi Budaya dan Biologis serta Awal Perkembangan dan Pengasuhan
Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni.
Budaya adalah suatu pola hidup menyeluruh. budaya bersifat kompleks, abstrak, dan luas. Banyak aspek budaya turut menentukan perilaku komunikatif. Unsur-unsur sosio-budaya ini tersebar dan meliputi banyak kegiatan sosial manusia.
Transmisi budaya merupakan kegiatan pengiriman atau penyebaran pesan dari generasi yang satu ke generasi yang lain tentang sesuatu yang sudah menjadi kebiasaan dan sulit diubah.
Bentuk-bentuk transmisi budaya
1. Enkulturasi
Enkulturasi adalah Proses penerusan kebudayaan dari generasi yang satu kepada generasi berikutnya selama hidup seseorang individu dimulai dari insttitusi keluarga terutama tokoh ibu. Enkulturasi mengacu pada proses dengan mana kultur (budaya) ditransmisikan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Kita mempelajari kultur, bukan mewarisinya. Kultur ditransmisikan melalui proses belajar, bukan melalui gen. Orang tua, kelompok, teman, sekolah, lembaga keagamaan, dan lembaga pemerintahan merupakan guru-guru utama dibidang kultur. Enkulturasi terjadi melalui mereka.
Proses belajar dari orang-orang terdekat dan lingkungannya itulah yang membantu perkembangan psikologi individu.
2. Sosialisasi
Sosisalisasi adalah proses pemasyarakatan, yaitu seluruh proses apabila seorang individu dari masa kanak-kanak sampai dewasa, berkembang, berhubungan, mengenal, dan menyesuaikan diri dengan individu-individu lain dalam masyarakat. Menurut Soerjono Soekanto, sosialisasi adalah suatu proses di mana anggota masyarakat baru mempelajari norma-norma dan nilai-nilai masyarakat di mana ia menjadi anggota.
Maka sosialisasi ini mengajarkan individu untuk mengenal individu lain didalam masyarakat agar bisa mengenal kebudayaan masyarakat tersebut dan bisa berkembang dengan baik.
3.Akulturasi
Akulturasi adalah suatu proses sosial yang timbul manakala suatu kelompok manusia dengan kebudayaan tertentu dihadapkan dengan unsur dari suatu kebudayaan asing. Kebudayaan asing itu lambat laun diterima dan diolah ke dalam kebudayaannya sendiri tanpa menyebabkan hilangnya unsur kebudayaan kelompok itu sendiri. Akulturasi mengacu pada proses dimana kultur seseorang dimodifikasi melalui kontak atau pemaparan langsung dengan kultur lain. Misalnya, bila sekelompok imigran kemudian berdiam di Amerika Serikat (kultur tuan rumah), kultur mereka sendiri akan dipengaruhi oleh kultur tuan rumah ini. Berangsur-angsur, nilai-nilai, cara berperilaku, serta kepercayaan dari kultur tuan rumah akan menjadi bagian dari kultur kelompok imigran itu. Pada waktu yang sama, kultur tuan rumah pun ikut berubah.
Bentuk transmisi akulturasi ini sangat menarik karena memadukan lebih dari satu kebudayaan. Tetapi modifikasi kebudayaan ini bisa berdampak buruk juga jika kebudayaan yang mendominasi tidak sesuai dengan norma-norma atau nilai-nilai yang telah ada pada lingkungan tersebut.
Kebudayaan sangat perlu diperkenalkan pada perkembangan awal psikologi individu. Peran orang tua sangat dibutuhkan untuk memperkenalkannya kepada mereka. Bentuk-bentuk transmisi budaya ini sangat berkaitan satu sama lain. Dan perkembangan individu akan baik jika mereka diperkenalkan dengan budaya yang baik pula. Bukan hanya dari orang tua tetapi juga dari lingkungan-lingkungan terdekatnya.
Sumber:
http://id.wikipedia.org/wiki/Budaya
http://id.wikipedia.org/wiki/Komunikasi_antarbudaya
http://id.scribd.com/doc/68996864/TRANSMISI-BUDAYA
Budaya adalah suatu pola hidup menyeluruh. budaya bersifat kompleks, abstrak, dan luas. Banyak aspek budaya turut menentukan perilaku komunikatif. Unsur-unsur sosio-budaya ini tersebar dan meliputi banyak kegiatan sosial manusia.
Transmisi budaya merupakan kegiatan pengiriman atau penyebaran pesan dari generasi yang satu ke generasi yang lain tentang sesuatu yang sudah menjadi kebiasaan dan sulit diubah.
Bentuk-bentuk transmisi budaya
1. Enkulturasi
Enkulturasi adalah Proses penerusan kebudayaan dari generasi yang satu kepada generasi berikutnya selama hidup seseorang individu dimulai dari insttitusi keluarga terutama tokoh ibu. Enkulturasi mengacu pada proses dengan mana kultur (budaya) ditransmisikan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Kita mempelajari kultur, bukan mewarisinya. Kultur ditransmisikan melalui proses belajar, bukan melalui gen. Orang tua, kelompok, teman, sekolah, lembaga keagamaan, dan lembaga pemerintahan merupakan guru-guru utama dibidang kultur. Enkulturasi terjadi melalui mereka.
Proses belajar dari orang-orang terdekat dan lingkungannya itulah yang membantu perkembangan psikologi individu.
2. Sosialisasi
Sosisalisasi adalah proses pemasyarakatan, yaitu seluruh proses apabila seorang individu dari masa kanak-kanak sampai dewasa, berkembang, berhubungan, mengenal, dan menyesuaikan diri dengan individu-individu lain dalam masyarakat. Menurut Soerjono Soekanto, sosialisasi adalah suatu proses di mana anggota masyarakat baru mempelajari norma-norma dan nilai-nilai masyarakat di mana ia menjadi anggota.
Maka sosialisasi ini mengajarkan individu untuk mengenal individu lain didalam masyarakat agar bisa mengenal kebudayaan masyarakat tersebut dan bisa berkembang dengan baik.
3.Akulturasi
Akulturasi adalah suatu proses sosial yang timbul manakala suatu kelompok manusia dengan kebudayaan tertentu dihadapkan dengan unsur dari suatu kebudayaan asing. Kebudayaan asing itu lambat laun diterima dan diolah ke dalam kebudayaannya sendiri tanpa menyebabkan hilangnya unsur kebudayaan kelompok itu sendiri. Akulturasi mengacu pada proses dimana kultur seseorang dimodifikasi melalui kontak atau pemaparan langsung dengan kultur lain. Misalnya, bila sekelompok imigran kemudian berdiam di Amerika Serikat (kultur tuan rumah), kultur mereka sendiri akan dipengaruhi oleh kultur tuan rumah ini. Berangsur-angsur, nilai-nilai, cara berperilaku, serta kepercayaan dari kultur tuan rumah akan menjadi bagian dari kultur kelompok imigran itu. Pada waktu yang sama, kultur tuan rumah pun ikut berubah.
Bentuk transmisi akulturasi ini sangat menarik karena memadukan lebih dari satu kebudayaan. Tetapi modifikasi kebudayaan ini bisa berdampak buruk juga jika kebudayaan yang mendominasi tidak sesuai dengan norma-norma atau nilai-nilai yang telah ada pada lingkungan tersebut.
Kebudayaan sangat perlu diperkenalkan pada perkembangan awal psikologi individu. Peran orang tua sangat dibutuhkan untuk memperkenalkannya kepada mereka. Bentuk-bentuk transmisi budaya ini sangat berkaitan satu sama lain. Dan perkembangan individu akan baik jika mereka diperkenalkan dengan budaya yang baik pula. Bukan hanya dari orang tua tetapi juga dari lingkungan-lingkungan terdekatnya.
Sumber:
http://id.wikipedia.org/wiki/Budaya
http://id.wikipedia.org/wiki/Komunikasi_antarbudaya
http://id.scribd.com/doc/68996864/TRANSMISI-BUDAYA
Psikologi Lintas Budaya
Psikologi lintas budaya adalah kajian mengenai persamaan dan perbedaan dalam fungsi individu secara psikologis, dalam berbagai budaya dan kelompok etnik; mengenai hubungan-hubungan di antara ubaha psikologis dan sosio-budaya, ekologis, dan ubahan biologis; serta mengenai perubahan-perubahan yang berlangsung dalam ubahan-ubahan tersebut.
Menurut Segall, Dasen dan Poortinga, psikologi lintas-budaya adalah kajian mengenai perilaku manusia dan penyebarannya, sekaligus memperhitungkan cara perilaku itu dibentuk dan dipengaruhi oleh kekuatan-kekuatan sosial dan budaya. Definisi ini mengarahkan perhatian pada dua hal pokok: keragaman perilaku manusia di dunia dan kaitan antara perilaku terjadi. Definisi ini relatif sederhana dan memunculkan banyak persoalan. Sejumlah definisi lain mengungkapkan beberapa segi baru dan menekankan beberapa kompleksitas: 1. Riset lintas-budaya dalam psikologi adalah perbandingan sistematik dan eksplisit antara variabel psikologis di bawah kondisi-kondisi perbedaan budaya dengan maksud mengkhususkan antesede-anteseden dan proses-proses yang memerantarai kemunculan perbedaan perilaku.
Lintas budaya terjadi ketika manusia dengan budayanya berhubungan dengan manusia lain yg berasal dr budaya yg berbeda, berinteraksi, saling mempengaruhi memberikan dampak positif dan negatif.Adanya perbedaan budaya tersebut karena budaya bersifat dinamis dan selalu berevolusi. Lintas budaya juga menciptakan nilai untuk menentukan mana yg tepat dan dapat diterima oleh budaya lain, sehingga menjadikan manusia berkomunikasi dg baik, mempererat ikatan, memberikan keunikan dan berbagi pengalaman.
Tujuan utama yang paling nyata dari lintas budaya ialah pengujian kerampatan (generality) pengetahuan dan teori psikologis yang ada. J.W Whiting (1968) mengatakan bahwa kita menggunakan psikologi lintas budaya melalui penggunaan data “beragam orang seantero dunia semata-mata untuk menguji hipotesis-hipotesis yang berhubungan dengan perilaku manusia.”. Dawson (1971) mengajukan tujuan ini ketika menyatakan bahwa psikologi lintas budaya dirancang agar kesahihan universal teori-teori psikologi dapat dikaji secara lebih efektif". Tujuan lain dari lintas budaya yaitu:
1. Menyadari bias budaya sendiri
2. Lebih peka secara budaya
3. Memperoleh kapasitas utk terlibat dg anggota dr budaya lain utk menciptakan hubungan yg penuh toleransi
4. Merangsang pemahaman yg lebih besar atas budayanya sendiri
5. Memperluas dan memperdalam pengalaman
6. Mempelajari ketrampilan komunikasi yg membuat seseorang mampu menerima gaya dan isi komunikasinya sendiri
7. Memahami budaya sbg hal yg menghasilkan, memelihara semesta wacana dan makna bagi para anggotanya.
8. Memahami kontak antar budaya, sbg input thd asumsi-asumsi, nilai, kebebasan, dan keterbatasan-keterbatasan
9. Memahami model, konsep dan aplikasi bidang komunikasi antar budaya
10. Menyadarai sistem nilai yg berbeda dpt dipelajari scr sistematis, dibandingkan dan dipahami.
Hubungan antara Psikologi Lintas Budaya dengan disiplin ilmu lain:
1. Psikologi Lintas Budaya dengan Antropolgi Psikologi lintas-budaya dan antropologi sering tumpang tindih, baik disiplin cenderung memfokuskan pada aspek yang berbeda dari suatu budaya. Sebagai contoh, banyak masalah yang menarik bagi psikolog yang tidak ditangani oleh antropolog, yang memiliki masalah mereka sendiri secara tradisional, termasuk topik-topik seperti kekerabatan, distribusi tanah, dan ritual. Ketika antropolog melakukan berkonsentrasi pada bidang psikologi, mereka fokus pada kegiatan dimana data dapat dikumpulkan melalui pengamatan langsung, seperti usia anak-anak di sapih atau praktek pengasuhan anak. Namun, tidak ada tubuh yang signifikan data antropologi pada banyak pertanyaan yang lebih abstrak sering ditangani oleh psikolog.
2. Hubungan Psikologi Lintas Budaya dengan Sosiologi Soerjono Soekamto, Sosiologi adalah ilmu yang memusatkan perhatian pada segi-segi kemasyarakatan yang bersifat umum dan berusaha untuk mendapatkan pola umum kehidupan masyarakat. hubungan Psikologi Lintas Budaya dengan Sosiologi adalah sama-sama mempelajari mengenai fungsi individu dalam masyarakat serta mempelajari budaya dan kelompok etnik yang berada dalam masyarakat, hanya saja psikologi lintas budaya lebih kepada bidang psikologisnya.
3. Psikologi lintas budaya dengan Kepribadian. konsep dasar psikologi yang berusaha menjelaskan keunikan manusia. Kepribadian mempengaruhi dan menjadi kerangka acuan dari pola pikir dan perilaku manusia, serta bertindak sebagi aspek fundamental dari setiap individu yang tak lepas dari konsep kemanusiaan yang lebih nesar, yaitu budaya sebagai konstruk sosial.
4. Hubungan antara psikologi lintas budaya dengan ekologi yaitu ekologi mempelajari mengenai interaksi yang baik dengan makhluk hidup maupun lingkungan yang aneka ragam.
Sumber:
http://id.wikipedia.org/wiki/Psikologi_lintas_budaya
http://kulpulan-materi.blogspot.com/2012/03/tujuan-psikologi-lintas-budaya.html
https://docs.google.com/viewer?a=v&q=cache:Fda4PSlFJZIJ:swastapriambada.lecture.ub.ac.id/files/2011/09/PEMAHAMAN-LINTAS-BUDAYA3.pptx
Menurut Segall, Dasen dan Poortinga, psikologi lintas-budaya adalah kajian mengenai perilaku manusia dan penyebarannya, sekaligus memperhitungkan cara perilaku itu dibentuk dan dipengaruhi oleh kekuatan-kekuatan sosial dan budaya. Definisi ini mengarahkan perhatian pada dua hal pokok: keragaman perilaku manusia di dunia dan kaitan antara perilaku terjadi. Definisi ini relatif sederhana dan memunculkan banyak persoalan. Sejumlah definisi lain mengungkapkan beberapa segi baru dan menekankan beberapa kompleksitas: 1. Riset lintas-budaya dalam psikologi adalah perbandingan sistematik dan eksplisit antara variabel psikologis di bawah kondisi-kondisi perbedaan budaya dengan maksud mengkhususkan antesede-anteseden dan proses-proses yang memerantarai kemunculan perbedaan perilaku.
Lintas budaya terjadi ketika manusia dengan budayanya berhubungan dengan manusia lain yg berasal dr budaya yg berbeda, berinteraksi, saling mempengaruhi memberikan dampak positif dan negatif.Adanya perbedaan budaya tersebut karena budaya bersifat dinamis dan selalu berevolusi. Lintas budaya juga menciptakan nilai untuk menentukan mana yg tepat dan dapat diterima oleh budaya lain, sehingga menjadikan manusia berkomunikasi dg baik, mempererat ikatan, memberikan keunikan dan berbagi pengalaman.
Tujuan utama yang paling nyata dari lintas budaya ialah pengujian kerampatan (generality) pengetahuan dan teori psikologis yang ada. J.W Whiting (1968) mengatakan bahwa kita menggunakan psikologi lintas budaya melalui penggunaan data “beragam orang seantero dunia semata-mata untuk menguji hipotesis-hipotesis yang berhubungan dengan perilaku manusia.”. Dawson (1971) mengajukan tujuan ini ketika menyatakan bahwa psikologi lintas budaya dirancang agar kesahihan universal teori-teori psikologi dapat dikaji secara lebih efektif". Tujuan lain dari lintas budaya yaitu:
1. Menyadari bias budaya sendiri
2. Lebih peka secara budaya
3. Memperoleh kapasitas utk terlibat dg anggota dr budaya lain utk menciptakan hubungan yg penuh toleransi
4. Merangsang pemahaman yg lebih besar atas budayanya sendiri
5. Memperluas dan memperdalam pengalaman
6. Mempelajari ketrampilan komunikasi yg membuat seseorang mampu menerima gaya dan isi komunikasinya sendiri
7. Memahami budaya sbg hal yg menghasilkan, memelihara semesta wacana dan makna bagi para anggotanya.
8. Memahami kontak antar budaya, sbg input thd asumsi-asumsi, nilai, kebebasan, dan keterbatasan-keterbatasan
9. Memahami model, konsep dan aplikasi bidang komunikasi antar budaya
10. Menyadarai sistem nilai yg berbeda dpt dipelajari scr sistematis, dibandingkan dan dipahami.
Hubungan antara Psikologi Lintas Budaya dengan disiplin ilmu lain:
1. Psikologi Lintas Budaya dengan Antropolgi Psikologi lintas-budaya dan antropologi sering tumpang tindih, baik disiplin cenderung memfokuskan pada aspek yang berbeda dari suatu budaya. Sebagai contoh, banyak masalah yang menarik bagi psikolog yang tidak ditangani oleh antropolog, yang memiliki masalah mereka sendiri secara tradisional, termasuk topik-topik seperti kekerabatan, distribusi tanah, dan ritual. Ketika antropolog melakukan berkonsentrasi pada bidang psikologi, mereka fokus pada kegiatan dimana data dapat dikumpulkan melalui pengamatan langsung, seperti usia anak-anak di sapih atau praktek pengasuhan anak. Namun, tidak ada tubuh yang signifikan data antropologi pada banyak pertanyaan yang lebih abstrak sering ditangani oleh psikolog.
2. Hubungan Psikologi Lintas Budaya dengan Sosiologi Soerjono Soekamto, Sosiologi adalah ilmu yang memusatkan perhatian pada segi-segi kemasyarakatan yang bersifat umum dan berusaha untuk mendapatkan pola umum kehidupan masyarakat. hubungan Psikologi Lintas Budaya dengan Sosiologi adalah sama-sama mempelajari mengenai fungsi individu dalam masyarakat serta mempelajari budaya dan kelompok etnik yang berada dalam masyarakat, hanya saja psikologi lintas budaya lebih kepada bidang psikologisnya.
3. Psikologi lintas budaya dengan Kepribadian. konsep dasar psikologi yang berusaha menjelaskan keunikan manusia. Kepribadian mempengaruhi dan menjadi kerangka acuan dari pola pikir dan perilaku manusia, serta bertindak sebagi aspek fundamental dari setiap individu yang tak lepas dari konsep kemanusiaan yang lebih nesar, yaitu budaya sebagai konstruk sosial.
4. Hubungan antara psikologi lintas budaya dengan ekologi yaitu ekologi mempelajari mengenai interaksi yang baik dengan makhluk hidup maupun lingkungan yang aneka ragam.
Sumber:
http://id.wikipedia.org/wiki/Psikologi_lintas_budaya
http://kulpulan-materi.blogspot.com/2012/03/tujuan-psikologi-lintas-budaya.html
https://docs.google.com/viewer?a=v&q=cache:Fda4PSlFJZIJ:swastapriambada.lecture.ub.ac.id/files/2011/09/PEMAHAMAN-LINTAS-BUDAYA3.pptx
Minggu, 22 April 2012
Aku mencintaimu tanpa kata, hanya tatap.
Haru, biru, sendu saat kau sebut namaku dengan ramah.
Bayangmu bagai candu.
Hadirmu serasa salju dihamparan gurun sunyiku.
Ingin ku raih pipi itu, sedetik saja hingga hilang gundahku.
aku rinduuu „„ tapi pilu menampar cintaku
karena kamu tertawa nyaman dipeluknya
Selasa, 20 Maret 2012
Fenomena Gangguan Kesehatan Mental Akibat Blackberry
Erning Az Zukhruf Mayudha
19510025
2PA04
Pada zaman modern ini semua kemudahan bisa didapati dimana saja termasuk telefon genggam. Berbagai perusahaan telfon genggam berlomba untuk selalu memberikan fitur-fitur yang bisa memudahkan penggunanya. Salah satunya yaitu Blackberry smartphones. Blackberry memudahkan penggunanya untuk selalu bisa berhubungan langsung dengan internet.
Tetapi berbagai macam kemudahan-kemudahan itu pun memiliki dampak negatif terhadap penggunanya. Seperti ketergantungan, gangguan tidur, picu kecemasan, dan kerusakan otak. Dan dampak-dampak negatif tersebut sudah masuk kedalam ciri gangguan kesehatan mental. Sebagian besar penggunanya tidak menyadari perubahan-perubahan yang dia rasakan,hingga setelah jangka panjang gejala-gejala tersebut mulai meresahkan dirinya sendiri. Satu menit saja penggunanya tidak memegang atau mengecek blackberry, dia pasti merasa ada yang kurang.
Salah satu situs askmen.com juga menguraikan tentang gangguan kesehatan mental akibat blackberry ini. Uraiannya adalah sebagai berikut:
Ketergantungan
Menurut studi dari Rutgers University, blackberry sangat memicu ketergantungan sehingga membuat pengguna memerlukan terapi setara dengan terapi ketergantungan obat-obatan. Dengan kemampuan tetap terhubung selama 24 jam sehari tujuh hari seminggu, blackberry dan perangkat serupa memicu ketergantungan internet dan e-mail. Hal ini, menurut peneliti, mempunyai efek buruk terhadap kesehatan mental.
Apa yang membuat ketergantungan? Pesan atau e-mail yang langsung bisa diakses melalui blackberry, terang peneliti, membuat Anda tidak bisa lama-lama meninggalkan blackberry. Anda secara tidak sadar selalu membuka blackberry, berharap menemukan pesan atau e-mail yang menyenangkan.
Ganggu tidur
Bukan rahasia lagi bahwa kurang tidur berkualitas mempunyai efek buruk terhadap kesehatan mental. Padahal, mendapatkan tidur yang bagus tidak semudah yang Anda bayangkan. Dan kemampuan untuk memejamkan mata semakin rumit dengan hadirnya blackberry.
Serangkain percobaan menunjukkan bahwa mengirim pesan atau chatting melalui ponsel sebelum jam tidur bisa mengganggu pola tidur, memicu insomnia, sakit kepala dan kesulitan konsentrasi. Yang lebih mengkhawatirkan lagi, hasil studi awal dari Uppsala University di Swedia menunjukkan bahwa radiasi sedikit saja dari ponsel bisa mengganggu tidur.
Picu kecemasan
Tidak bisa disangkal bahwa blackberry merupakan perangkat revolusioner. Gadget kecil ini bisa memenuhi semua kebutuhan komunikasi Anda. Tapi jika perangkat yang sama juga menyebabkan ketergantungan, merusak konsentrasi dan mengganggu tidur, tentunya blackberry juga akan membuat Anda stress. Tingkat stress lebih parah jika Anda sangat bergantung terhadap blackberry dalam mengerjakan tugas sehari-hari.
Rusak otak
Radiasi ponsel telah lama dikaitkan dengan berbagai gangguan kesehatan, mulai dari tumor hingga insomnia. Meskipun temuan studi masih bertentangan, bukti mulai menunjukkan adanya peningkatan risiko tumor otak di kalangan pengguna ponsel. (MI/ICH)
Dengan informasi ini semoga pengguna blackberry serta telefon genggam lainnya lebih memperhatikan kebutuhan mereka. Gunakanlah sesuai kebutuhan dan tidak berlebihan.
19510025
2PA04
Pada zaman modern ini semua kemudahan bisa didapati dimana saja termasuk telefon genggam. Berbagai perusahaan telfon genggam berlomba untuk selalu memberikan fitur-fitur yang bisa memudahkan penggunanya. Salah satunya yaitu Blackberry smartphones. Blackberry memudahkan penggunanya untuk selalu bisa berhubungan langsung dengan internet.
Tetapi berbagai macam kemudahan-kemudahan itu pun memiliki dampak negatif terhadap penggunanya. Seperti ketergantungan, gangguan tidur, picu kecemasan, dan kerusakan otak. Dan dampak-dampak negatif tersebut sudah masuk kedalam ciri gangguan kesehatan mental. Sebagian besar penggunanya tidak menyadari perubahan-perubahan yang dia rasakan,hingga setelah jangka panjang gejala-gejala tersebut mulai meresahkan dirinya sendiri. Satu menit saja penggunanya tidak memegang atau mengecek blackberry, dia pasti merasa ada yang kurang.
Salah satu situs askmen.com juga menguraikan tentang gangguan kesehatan mental akibat blackberry ini. Uraiannya adalah sebagai berikut:
Ketergantungan
Menurut studi dari Rutgers University, blackberry sangat memicu ketergantungan sehingga membuat pengguna memerlukan terapi setara dengan terapi ketergantungan obat-obatan. Dengan kemampuan tetap terhubung selama 24 jam sehari tujuh hari seminggu, blackberry dan perangkat serupa memicu ketergantungan internet dan e-mail. Hal ini, menurut peneliti, mempunyai efek buruk terhadap kesehatan mental.
Apa yang membuat ketergantungan? Pesan atau e-mail yang langsung bisa diakses melalui blackberry, terang peneliti, membuat Anda tidak bisa lama-lama meninggalkan blackberry. Anda secara tidak sadar selalu membuka blackberry, berharap menemukan pesan atau e-mail yang menyenangkan.
Ganggu tidur
Bukan rahasia lagi bahwa kurang tidur berkualitas mempunyai efek buruk terhadap kesehatan mental. Padahal, mendapatkan tidur yang bagus tidak semudah yang Anda bayangkan. Dan kemampuan untuk memejamkan mata semakin rumit dengan hadirnya blackberry.
Serangkain percobaan menunjukkan bahwa mengirim pesan atau chatting melalui ponsel sebelum jam tidur bisa mengganggu pola tidur, memicu insomnia, sakit kepala dan kesulitan konsentrasi. Yang lebih mengkhawatirkan lagi, hasil studi awal dari Uppsala University di Swedia menunjukkan bahwa radiasi sedikit saja dari ponsel bisa mengganggu tidur.
Picu kecemasan
Tidak bisa disangkal bahwa blackberry merupakan perangkat revolusioner. Gadget kecil ini bisa memenuhi semua kebutuhan komunikasi Anda. Tapi jika perangkat yang sama juga menyebabkan ketergantungan, merusak konsentrasi dan mengganggu tidur, tentunya blackberry juga akan membuat Anda stress. Tingkat stress lebih parah jika Anda sangat bergantung terhadap blackberry dalam mengerjakan tugas sehari-hari.
Rusak otak
Radiasi ponsel telah lama dikaitkan dengan berbagai gangguan kesehatan, mulai dari tumor hingga insomnia. Meskipun temuan studi masih bertentangan, bukti mulai menunjukkan adanya peningkatan risiko tumor otak di kalangan pengguna ponsel. (MI/ICH)
Dengan informasi ini semoga pengguna blackberry serta telefon genggam lainnya lebih memperhatikan kebutuhan mereka. Gunakanlah sesuai kebutuhan dan tidak berlebihan.
Senin, 19 Maret 2012
Kesehatan Mental
Erning Az Zukhruf Mayudha
19510025
2PA04
Kesehatan mental adalah keserasian atau kesesuaian antara seluruh aspek psikologis dan dimiliki oleh seorang untuk dikembangkan secara optimal agar individu mampu melakukan kehidupan-kehidupan sesuai dengan tuntutan-tuntutan atau nilai-nilai yang berlaku secara individual, kelompok maupun masyarakat luas sehingga yang sehat baik secara mental maupun secara sosial. WHO mendefinisikan kesehatan sebagai keadaan (status) sehat utuh secara fisik, mental ( rohani ) dan social, bukan hanya suatu keadaan yang bebas dari penyakit, cacat dan kelemahan.(Smeet. 1994).
Mental yang sehat tidak akan mudah terganggu oleh stessor (faktor penyebab stress), orang yang memiliki mental sehat berarti mampu menahan diri dari tekanan-tekanan yang datang dari dirinya sendiri, orang lain dan lingkungan.
Ciri-ciri kesehatan mental :
- Memiliki attitude positiv terhadap dirinya sendiri
- Aktualisasi diri
- Mampu berintegrasi dengan fungsi-fungsi psikis yang ada
- Mandiri
- Memiliki presepsi yang objektiv
- Mampu untuk menyesuaikan diri dengan diri sendiri dengan orang lain dan masyarakat serta lingkungan dimana dia hidup dan berinteraksi
19510025
2PA04
Kesehatan mental adalah keserasian atau kesesuaian antara seluruh aspek psikologis dan dimiliki oleh seorang untuk dikembangkan secara optimal agar individu mampu melakukan kehidupan-kehidupan sesuai dengan tuntutan-tuntutan atau nilai-nilai yang berlaku secara individual, kelompok maupun masyarakat luas sehingga yang sehat baik secara mental maupun secara sosial. WHO mendefinisikan kesehatan sebagai keadaan (status) sehat utuh secara fisik, mental ( rohani ) dan social, bukan hanya suatu keadaan yang bebas dari penyakit, cacat dan kelemahan.(Smeet. 1994).
Mental yang sehat tidak akan mudah terganggu oleh stessor (faktor penyebab stress), orang yang memiliki mental sehat berarti mampu menahan diri dari tekanan-tekanan yang datang dari dirinya sendiri, orang lain dan lingkungan.
Ciri-ciri kesehatan mental :
- Memiliki attitude positiv terhadap dirinya sendiri
- Aktualisasi diri
- Mampu berintegrasi dengan fungsi-fungsi psikis yang ada
- Mandiri
- Memiliki presepsi yang objektiv
- Mampu untuk menyesuaikan diri dengan diri sendiri dengan orang lain dan masyarakat serta lingkungan dimana dia hidup dan berinteraksi
Kamis, 19 Januari 2012
Mengertilah
Mengertilah. Aku sedang melakukan apa yang ingin kulakukan. Biarkan dulu, sampai aku kembali dengan sendirinya. Jangan sentuh sensitifku, karena mungkin itu akan mengubah persepsi aku tentang kamu.
Kamis, 12 Januari 2012
Pengalaman Wawancara
Internet memang sudah menjamur diberbagai kalangan. Dari mulai anak kecil, remaja, dewasa dan orang tua pasti menggunakan internet dengan kebutuhannya masing-masing. Mereka pun pasti banyak mendapatkan manfaat dari internet itu sendiri sehingga mereka bisa melakukan kegiatan ini secara berulang-ulang.
Untuk kesempatan kali ini kami diberi tugas untuk mewawancarai mahasiswa dengan tujuan mengetahui bagaimana internet dimata dia. Akhirnya saya bersama Paula dan mikyal mewawancarai salah satu seorang mahasiswa Gunadarma. selain menggunakan internet untuk keperluan kuliah ternyata dia juga menggunakan internet untuk berbisnis. Bagi dia manfaat yang bisa didapati dengan internet itu begitu banyak. Dan saya cukup setuju dengan pernyataan tersebut.
Wawancara tersebut cukup menyenangkan bagi kelompok kami karena kita bisa mengetahui apa saja yang subjek lakukan dengan internet.
Untuk kesempatan kali ini kami diberi tugas untuk mewawancarai mahasiswa dengan tujuan mengetahui bagaimana internet dimata dia. Akhirnya saya bersama Paula dan mikyal mewawancarai salah satu seorang mahasiswa Gunadarma. selain menggunakan internet untuk keperluan kuliah ternyata dia juga menggunakan internet untuk berbisnis. Bagi dia manfaat yang bisa didapati dengan internet itu begitu banyak. Dan saya cukup setuju dengan pernyataan tersebut.
Wawancara tersebut cukup menyenangkan bagi kelompok kami karena kita bisa mengetahui apa saja yang subjek lakukan dengan internet.
Langganan:
Postingan (Atom)