Senin, 06 Mei 2013

Bentuk-Bentuk Terapi

Lewis dan Walberg membagi tiga tipe bentuk penyembuhan, yaitu :

1. Suppartif (suppartif theraphy), bertujuan untuk :
Memperkuat benteng pertahanan (harga diri atau kepribadian)
Memperluas mekanisme pengarahan dan pengendalian emosi atau keperibadian
Mengembalikan pada penyesuaian diri yang seimbang

2. Reedukatif ( reedukatif therapy), bertujuan untuk :
Penyusuaian kembali
Perubahan atau modifikasi sasaran atau tujuan hidup
Menghidupkan potensi kreatif

3. Rekonstruktif (rekonstruktif therapy), bertujuan untuk :
Menimbulkan insight penahan terhadap konflik yang tidak disadari agar terjadi perubahan struktur keperibadian
Perluasan pertumbuhan kepribadian yang mengembangkan potensi penyuasaian yang baru

sumber :
http://digilib.uin-suka.ac.id/2762/1/BAB%20I,%20V.pdf

Perbedaan antara Konseling dengan Psikoterapi

Menurut cavanagh (1982) konseling merupakan suatu hubungan antara pemberi bantuan yang terlatih dengan seseorang yang mencari bantuan, dimana keterampilan pemberi bantuan dan suasana yang dibuatnya membantu orang lain belajar untuk berhubungan dengan dirinya sendiri dan orang lain dalam cara-cara yang lebih tumbuh dan produktif.
Prinsip-prinsip pengertian konseling :
1. Konseling merupakan alat yang paling penting dalam keseluruhan program bimbingan
2. Dalam konseling terlihat adanya pertalian dua orang individu yaitu konselor dan konseli, dimana konselor membantu konseli malalui serangkaian wawancara dalam serangkaian pertemuan
3. Wawancara merupakan alat utama dalam keseluruhan konseling
4. Tujuan yang ingin dicapai dalam konseling agar konseli, memeperoleh pemahaman yang lebih baik terhadap dirinya, mengarahkan dirinya sesuai dengan potensi yang dimilikinya kearah tingkat perkembngan yang optimal, mampu memecahkan masalah yang dihadapinya, mempunyai wawasan yang lebih realitas serta penerimaan yang obyektif tentang dirinya, mencapai taraf aktualisasi diri sesuai dengan potensi yang dimiliknya, terhindar dari gejala kecemasan.

Psikoterapi (Psike = jiwa/mental dan terapi = penyembuhan) dapat diartikan sebagai penyembuhan jiwa atau penyembuhan mental.

Corsini (1989) Konseling dan psikoterapi bukan berbeda secara kualitatif tetapi perbedaannya pada tingkat kuantitatif.

Perbedaan konseling dengan psikoterapi menurut Prawitasari (2002) yaitu konseling lebih sebagai pemecahan masalah yang disediakan oleeh konselor (dominan pada tataran kognitif) sedangkan psikoterapi lebih sebagai proses koreksi pengalaman emosi.

Menurut Corey (1988) perbedaaan konseling dan psikoterapi adalah :

Konseling

1. Peningkatan kesadaran dan kemungkinan memilih
2. Berjangka pendek
3. Difokuskan pada masalah
4. Membantu individu untuk menyingkirkan hal-hal yang mengahambat pertumbuhannya
5. Individu dibantu untuk menemukan sumber-sumber pribadi agar bisa hidup lebih efektif

Psikoterapi
1. Difokuskan pada proses-proses tak sadar
2. Berurusan dengan pengubahan struktur kepribadian
3. Mengarah pada pemahaman diri yang intensif tentang dinamika-dinamika yang bertanggung jawab atas terjadinya krisis-krisis kehidupan ketimbang hanya berurusan dengan usaha mengatasi kriris kehidupan tertentu.

Sumber :

www.mengenal-profesi-konselor.blogspot.com/
www.google.com/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=7&cad=rja&sqi=2&ved=0CF8QFjAG&url=http%3A%2F%2Fsintak.unika.ac.id%2Fstaff%2Fblog%2Fuploaded%2F5811995183%2Ffiles%2Fkonseling%26psikoterapi.pptx&ei=W1yHUbSeN4PLrQfj-oCICA&usg=AFQjCNHXH7XbYhN2tniW6lIeoKXKK9i3PA&sig2=PNeJOg907YH5-MaijdAwiQ&bvm=bv.45960087,d.bmk


Senin, 08 April 2013

Psikoterapi

Psikoterapi adalah usaha penyembuhan untuk masalah yang berkaitan dengan pikiran, perasaan dan perilaku. Psikoterapi (Psychotherapy) berasal dari dua kata, yaitu "Psyche" yang artinya jiwa, pikiran atau mental dan "Therapy" yang artinya penyembuhan, pengobatan atau perawatan. Oleh karena itu, psikoterapi disebut juga dengan istilah terapi kejiwaan, terapi mental, atau terapi pikiran.

Orang yang melakukan psikoterapi disebut Psikoterapis (Psychotherapist). Seorang psikoterapis bisa dari kalangan dokter, psikolog atau orang dari latar belakang apa saja yang mendalami ilmu psikologi dan mampu melakukan psikoterapi.

Psikoterapi merupakan proses interaksi formal antara dua pihak atau lebih, yaitu antara klien dengan psikoterapis yang bertujuan memperbaiki keadaan yang dikeluhkan klien. Seorang psikoterapis dengan pengetahuan dan ketrampilan psikologisnya akan membantu klien mengatasi keluhan secara profesional dan legal.

Dalam praktek, psikoterapi dilakukan dengan percakapan dan observasi. Percakapan dengan seseorang dapat mengubah pandangan, keyakinan serta perilakunya secara mendalam, dan hal ini sering tidak kita sadari. Beberapa contohnya, antara lain seorang penakut, dapat berubah menjadi berani, atau, dua orang yang saling bermusuhan satu sama lain, kemudian dapat menjadi saling bermaafan, atau, seseorang yang sedih dapat menjadi gembira setelah menjalani percakapan dengan seseorang yang dipercayainya. Bila kita amati contoh-contoh itu, akan timbul pertanyaan, apakah sebenarnya yang telah dilakukan terhadap mereka sehingga dapat terjadi perubahan tersebut? Pada hakekatnya, yang dilakukan ialah pembujukan atau persuasi. Caranya dapat bermacam-macam, antara lain dengan memberi nasehat, memberi contoh, memberikan pengertian, melakukan otoritas untuk mengajarkan sesuatu, memacu imajinasi, melatih, dsb. Pembujukan ini dapat efektif asal dilakukan pada saat yang tepat, dengan cara yang tepat, oleh orang yang mempunyai cukup pengalaman. Pada prinsipnya pembujukan ini terjadi dalam kehidupan sehari-hari, dalam berbagai bidang, dan dapat dilakukan oleh banyak orang.

Dalam psikoterapi, gangguan psikologis diidentifikasi secara ilmiah dengan standar tertentu. Kemudian dilakukan proses psikoterapi menggunakan cara-cara modern yang terbukti berhasil mengatasi hambatan psikologis. Dalam psikoterapi tidak ada hal-hal yang bersifat mistik. Klien psikoterapi juga tidak diberi obat, karena yang sakit adalah jiwanya, bukan fisiknya.

Psikoterapi bukan untuk menangani orang gila (orang yang rusak otaknya). Justru psikoterapi hanya digunakan untuk menangani orang waras yang sedang mengalami masalah psikologis, atau untuk membantu orang normal yang ingin meningkatkan kemampuan pikirannya. Sedangkan penanganan orang gila adalah urusan Rumah Sakit Jiwa (RSJ).

Dalam sesi Psikoterapi, Anda akan diajak membahas dan menganalisa hambatan psikologis yang ada dalam diri Anda, kemudian mencari pemecahannya dengan cara menerapkan metode psikoterapi yang paling cocok. Psikoterapi hanya bisa dilakukan apabila Anda ingin disembuhkan atau ingin berubah. Psikoterapi tidak bisa dipaksakan kepada orang yang tidak mau dibantu.

Minggu, 06 Januari 2013

Akulturasi Psikologi

Akulturasi adalah penggabungan dua budaya yang berbeda yang merupakan hasil dari proses interaksi. Istilah akulturasi atau culture contact (kontak kebudayaan) mempunyai pengertian proses sosial yang timbul bila suatu kelompok manusia dengan suatu kebudayaan tertentu di hadapkan dengan unsur-unsur dari kebudayaan asing sedemikian rupa sehingga unsur-unsur kebudayaan asing itu lambat laun diterima dan di olah ke dalam kebudayaan sendiri tanpa menyebabkan hilangnya kepribadian kebudayaan itu sendiri.

Pengertian psikologi menurut Dakir (1993), psikologi membahas tingkah laku manusia dalam hubungannya dengan lingkungannya. Muhibbin Syah (2001), psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku terbuka dan tertutup pada manusia baik selaku individu maupun kelompok, dalam hubungannya dengan lingkungan. Tingkah laku terbuka adalah tingkah laku yang bersifat psikomotor yang meliputi perbuatan berbicara, duduk , berjalan dan lain sebgainya, sedangkan tingkah laku tertutup meliputi berfikir, berkeyakinan, berperasaan dan lain sebagainya.

Jadi menurut saya akulturasi psikologi adalah proses perilaku sosial dari percampuran budaya asing dengan budaya setempat tanpa harus menghilangkan kebudayaan setempat, dan lambat laun perilaku atau budaya asing tersebut dapat diterima oleh masyarakat setempat.


Sumber :
http://www.psychologymania.com/2012/06/faktor-yang-mempengaruhi-akulturasi.html
Dakir. (1993). Dasar-Dasar Psikologi. Yogyakarta : Pustaka Pelajar.

Multikultural

Multikulturalisme adalah istilah yang digunakan untuk menjelaskan pandangan seseorang tentang ragam kehidupan di dunia, ataupun kebijakan kebudayaan yang menekankan tentang penerimaan terhadap adanya keragaman, dan berbagai macam budaya (multikultural) yang ada dalam kehidupan masyarakat menyangkut nilai-nilai, sistem, budaya, kebiasaan, dan politik yang mereka anut.Multikulturalisme juga di artikan sebagai sebuah filosofi terkadang ditafsirkan sebagai ideologi yang menghendaki adanya persatuan dari berbagai kelompok kebudayaan dengan hak dan status sosial politik yang sama dalam masyarakat modern. Istilah multikultural juga sering digunakan untuk menggambarkan kesatuan berbagai etnis masyarakat yang berbeda dalam suatu negara.

Mulitkulturalisme itu adalah sebuah ideologi dan sebuah alat atau wahana untuk meningkatkan derajat manusia dan kemanusiannya, maka konsep kebudayaan harus dilihat dalam perspektif fungsinya bagi kehidupan manusia. Dalam sebuah artikel, Multikulturalisme adalah istilah yang digunakan untuk menjelaskan pandangan seseorang tentang ragam kehidupan di dunia, ataupun kebijakan kebudayaan yang menekankan tentang penerimaan terhadap adanya keragaman, dan berbagai macam budaya (multikultural) yang ada dalam kehidupan masyarakat menyangkut nilai-nilai, sistem, budaya, kebiasaan, dan politik yang mereka anut.

Menurut Azyumardi Azra (dalam wikipedia, 2012), “multikulturalisme” pada dasarnya adalah pandangan dunia yang kemudian dapat diterjemahkan dalam berbagai kebijakan kebudayaan yang menekankan penerimaan terhadap realitas keagamaan, pluralitas, dan multikultural yang terdapat dalam kehidupan masyarakat. Multikulturalisme dapat juga dipahami sebagai pandangan dunia yang kemudian diwujudkan dalam kesadaran politik. Masyarakat multikultural adalah suatu masyarakat yang terdiri dari beberapa macam kumunitas budaya dengan segala kelebihannya, dengan sedikit perbedaan konsepsi mengenai dunia, suatu sistem arti, nilai, bentuk organisasi sosial, sejarah, adat serta kebiasaan



Sumber:
Wikipedia. (2012). Multikulturalisme. Diakses tanggal 27 Desember, 2012 dari http://id.wikipedia.org/wiki/Multikulturalisme
http://my.opera.com/Putra%20Pratama/blog/show.dml/2743875

Minggu, 04 November 2012

AKULTURASI DAN RELASI INTERNAKULTURAL

Akulturasi merupakan proses sosial yang timbul bila suatu kelompok manusia dengan suatu kebudayaan tertentu dihadapkan dengan unsur-unsur dari suatu kebudayaan asing sedemikian rupa sehingga unsur-unsur kebudayan asing itu lambat laun dapat diterima dan diolah ke dalam kebudayaan sendiri tanpa menyebabkan hilangnnya kebudayaan itu sendiri.

Menurut Koentjaraningrat (1990) Akulturasi adalah proses pertukaran ataupun pengaruh-mempengaruhi dari suatu kebudayaan asing yang berbeda sifatnya, sehingga unsur-unsur kebudayaan asing tersebut lambat laun diakomodasikan dan dintegrasikan ke dalam kebudayaan itu sendiri tanpa kehilangan kepribadiannya sendiri .

Akulturasi akan mencakup berbagai aspek kehidupan termasuk didalamnya adalah bahasa, ilmu pengetahuan dan teknoligi, serta kesenian. Bahasa yang sekarang ada didalam bahasa Indonesia tidak seluruhnya asli bahasa Indonesia, melainkan berasal dari banyak bahasa. Misalnya, kata korupsi, manipulasi dan nepotisme yang berasal dari bahasa inggris.

Akulturasi tidak dapat sepenuhnya dihindari, sehingga seluruh pola budaya manusia pada dasarnya selalu bersifat hibrida, campuran dari banyak unsur. Justru gejala yang teramati menunjukkan bahwa budaya yang kuat dan kreatif adalah budaya akulturasi yang tepat. Wujud suatu hibrida unggul merupakan hasil akumulasi pengalaman manusia.

Komunikasi Antar Budaya (Intercultural Communication)

Definisi yang pertama dikemukakan didalam buku “Intercultural Communication: A Reader” dimana dinyatakan bahwa komunikasi antar budaya (intercultural communication) terjadi apabila sebuah pesan (message) yang harus dimengerti dihasilkan oleh anggota dari budaya tertentu untuk konsumsi anggota dari budaya yang lain (Samovar & Porter, 1994, p. 19).

Definisi lain diberikan oleh Liliweri bahwa proses komunikasi antar budaya merupakan interaksi antarpribadi dan komunikasi antarpribadi yang dilakukan oleh beberapa orang yang memiliki latar belakang kebudayaan yang berbeda (2003, p. 13). Apapun definisi yang ada mengenai komunikasi antar budaya (intercultural communication) menyatakan bahwa komunikasi antar budaya terjadi apabila terdapat 2 (dua) budaya yang berbeda dan kedua budaya tersebut sedang melaksanakan proses komunikasi.

Menurut Samover (1981), komunikasi interkultural terjadi ketika pengirim pesan dan penerima pesan berlatarbelakang budaya yang berbeda. Gudykunt, Kim (dalam Atsuko, Tokui. 2002:15) mendefinisikan komunikasi interkultural adalah proses abstrak dan aktivitas terpadu dan pemaknaan dalam komunikasi yang dilakukan antara orang-orang yang memiliki latar belakang berbeda. Sedangkan Yasshiro, dkk.(1998) menjelaskan bahwa komunikasi interkultural yang ideal digambarkan bila orang-orang yang terlibat dalam koimunikasi melakukan interpretasi makna pesan, mengumpulkan informasi, dan melakukan pertukaran informasi tersebut untuk saling menghormati, dan bekerjasama untuk saling menguntungkan.

Komunikasi interkultural (intercultural communication) pada umumnya dipakai dalam situasi komunikasi secara langsung antara orang-orang yang memiliki budaya berbeda. Sedangkan komunikasi lintas budaya (Cross Cultural Communication) digunakan untuk situasi komunikasi tertentu dan dibandingkan dengan beberapa kebudayaan. (Atsuko, Tokui. 2002:16).

Untuk memudahkan tercapainya komunikasi interkultural, penting diketahui, sejauh mana orang-orang yang terlibat dalam komunikasi mengetahui pribadinya masing-masing. Banyak orang yang berusaha mengetahui orang lain tapi tidak banyak orang yang berusaha mengetahui dirinya. Berikut akan dijelaskan beberapa langkah dasar untuk meningkatkan kemampuan komunikasi interkultural terutama tentang pemahaman diri sendiri.

Sumber :
http://id.wikipedia.org/wiki/Akulturasi
Soeroso. 2008. Sosiologi 1. Jakarta: Yudhistira
http://soepardjo.wordpress.com/2008/10/28/komunikasi-interkultural-dalam-pendidikan-bahasa-jepang/
http://jurnal-sdm.blogspot.com/2009/05/komunikasi-antar-budaya-definisi-dan.html
http://books.google.co.id/books?id=0D62imIYIpAC&pg=PA47&dq=pengertian+akulturasi&hl=id&sa=X&ei=ChCXUMm0JMysrAeb3ICYBA&ved=0CEAQ6AEwCA#v=onepage&q=pengertian%20akulturasi&f=false

Minggu, 14 Oktober 2012

Transmisi Budaya dan Biologis serta Awal Perkembangan dan Pengasuhan

Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni.

Budaya adalah suatu pola hidup menyeluruh. budaya bersifat kompleks, abstrak, dan luas. Banyak aspek budaya turut menentukan perilaku komunikatif. Unsur-unsur sosio-budaya ini tersebar dan meliputi banyak kegiatan sosial manusia.

Transmisi budaya merupakan kegiatan pengiriman atau penyebaran pesan dari generasi yang satu ke generasi yang lain tentang sesuatu yang sudah menjadi kebiasaan dan sulit diubah.

Bentuk-bentuk transmisi budaya

1. Enkulturasi

Enkulturasi adalah Proses penerusan kebudayaan dari generasi yang satu kepada generasi berikutnya selama hidup seseorang individu dimulai dari insttitusi keluarga terutama tokoh ibu. Enkulturasi mengacu pada proses dengan mana kultur (budaya) ditransmisikan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Kita mempelajari kultur, bukan mewarisinya. Kultur ditransmisikan melalui proses belajar, bukan melalui gen. Orang tua, kelompok, teman, sekolah, lembaga keagamaan, dan lembaga pemerintahan merupakan guru-guru utama dibidang kultur. Enkulturasi terjadi melalui mereka.
Proses belajar dari orang-orang terdekat dan lingkungannya itulah yang membantu perkembangan psikologi individu.

2. Sosialisasi

Sosisalisasi adalah proses pemasyarakatan, yaitu seluruh proses apabila seorang individu dari masa kanak-kanak sampai dewasa, berkembang, berhubungan, mengenal, dan menyesuaikan diri dengan individu-individu lain dalam masyarakat. Menurut Soerjono Soekanto, sosialisasi adalah suatu proses di mana anggota masyarakat baru mempelajari norma-norma dan nilai-nilai masyarakat di mana ia menjadi anggota.
Maka sosialisasi ini mengajarkan individu untuk mengenal individu lain didalam masyarakat agar bisa mengenal kebudayaan masyarakat tersebut dan bisa berkembang dengan baik.

3.Akulturasi

Akulturasi adalah suatu proses sosial yang timbul manakala suatu kelompok manusia dengan kebudayaan tertentu dihadapkan dengan unsur dari suatu kebudayaan asing. Kebudayaan asing itu lambat laun diterima dan diolah ke dalam kebudayaannya sendiri tanpa menyebabkan hilangnya unsur kebudayaan kelompok itu sendiri. Akulturasi mengacu pada proses dimana kultur seseorang dimodifikasi melalui kontak atau pemaparan langsung dengan kultur lain. Misalnya, bila sekelompok imigran kemudian berdiam di Amerika Serikat (kultur tuan rumah), kultur mereka sendiri akan dipengaruhi oleh kultur tuan rumah ini. Berangsur-angsur, nilai-nilai, cara berperilaku, serta kepercayaan dari kultur tuan rumah akan menjadi bagian dari kultur kelompok imigran itu. Pada waktu yang sama, kultur tuan rumah pun ikut berubah.
Bentuk transmisi akulturasi ini sangat menarik karena memadukan lebih dari satu kebudayaan. Tetapi modifikasi kebudayaan ini bisa berdampak buruk juga jika kebudayaan yang mendominasi tidak sesuai dengan norma-norma atau nilai-nilai yang telah ada pada lingkungan tersebut.

Kebudayaan sangat perlu diperkenalkan pada perkembangan awal psikologi individu. Peran orang tua sangat dibutuhkan untuk memperkenalkannya kepada mereka. Bentuk-bentuk transmisi budaya ini sangat berkaitan satu sama lain. Dan perkembangan individu akan baik jika mereka diperkenalkan dengan budaya yang baik pula. Bukan hanya dari orang tua tetapi juga dari lingkungan-lingkungan terdekatnya.

Sumber:
http://id.wikipedia.org/wiki/Budaya
http://id.wikipedia.org/wiki/Komunikasi_antarbudaya
http://id.scribd.com/doc/68996864/TRANSMISI-BUDAYA