Selasa, 20 Maret 2012

Fenomena Gangguan Kesehatan Mental Akibat Blackberry

Erning Az Zukhruf Mayudha
19510025
2PA04

Pada zaman modern ini semua kemudahan bisa didapati dimana saja termasuk telefon genggam. Berbagai perusahaan telfon genggam berlomba untuk selalu memberikan fitur-fitur yang bisa memudahkan penggunanya. Salah satunya yaitu Blackberry smartphones. Blackberry memudahkan penggunanya untuk selalu bisa berhubungan langsung dengan internet.

Tetapi berbagai macam kemudahan-kemudahan itu pun memiliki dampak negatif terhadap penggunanya. Seperti ketergantungan, gangguan tidur, picu kecemasan, dan kerusakan otak. Dan dampak-dampak negatif tersebut sudah masuk kedalam ciri gangguan kesehatan mental. Sebagian besar penggunanya tidak menyadari perubahan-perubahan yang dia rasakan,hingga setelah jangka panjang gejala-gejala tersebut mulai meresahkan dirinya sendiri. Satu menit saja penggunanya tidak memegang atau mengecek blackberry, dia pasti merasa ada yang kurang.

Salah satu situs askmen.com juga menguraikan tentang gangguan kesehatan mental akibat blackberry ini. Uraiannya adalah sebagai berikut:

Ketergantungan
Menurut studi dari Rutgers University, blackberry sangat memicu ketergantungan sehingga membuat pengguna memerlukan terapi setara dengan terapi ketergantungan obat-obatan. Dengan kemampuan tetap terhubung selama 24 jam sehari tujuh hari seminggu, blackberry dan perangkat serupa memicu ketergantungan internet dan e-mail. Hal ini, menurut peneliti, mempunyai efek buruk terhadap kesehatan mental.

Apa yang membuat ketergantungan? Pesan atau e-mail yang langsung bisa diakses melalui blackberry, terang peneliti, membuat Anda tidak bisa lama-lama meninggalkan blackberry. Anda secara tidak sadar selalu membuka blackberry, berharap menemukan pesan atau e-mail yang menyenangkan.

Ganggu tidur
Bukan rahasia lagi bahwa kurang tidur berkualitas mempunyai efek buruk terhadap kesehatan mental. Padahal, mendapatkan tidur yang bagus tidak semudah yang Anda bayangkan. Dan kemampuan untuk memejamkan mata semakin rumit dengan hadirnya blackberry.

Serangkain percobaan menunjukkan bahwa mengirim pesan atau chatting melalui ponsel sebelum jam tidur bisa mengganggu pola tidur, memicu insomnia, sakit kepala dan kesulitan konsentrasi. Yang lebih mengkhawatirkan lagi, hasil studi awal dari Uppsala University di Swedia menunjukkan bahwa radiasi sedikit saja dari ponsel bisa mengganggu tidur.

Picu kecemasan
Tidak bisa disangkal bahwa blackberry merupakan perangkat revolusioner. Gadget kecil ini bisa memenuhi semua kebutuhan komunikasi Anda. Tapi jika perangkat yang sama juga menyebabkan ketergantungan, merusak konsentrasi dan mengganggu tidur, tentunya blackberry juga akan membuat Anda stress. Tingkat stress lebih parah jika Anda sangat bergantung terhadap blackberry dalam mengerjakan tugas sehari-hari.

Rusak otak
Radiasi ponsel telah lama dikaitkan dengan berbagai gangguan kesehatan, mulai dari tumor hingga insomnia. Meskipun temuan studi masih bertentangan, bukti mulai menunjukkan adanya peningkatan risiko tumor otak di kalangan pengguna ponsel. (MI/ICH)

Dengan informasi ini semoga pengguna blackberry serta telefon genggam lainnya lebih memperhatikan kebutuhan mereka. Gunakanlah sesuai kebutuhan dan tidak berlebihan.

Senin, 19 Maret 2012

Kesehatan Mental

Erning Az Zukhruf Mayudha
19510025
2PA04

Kesehatan mental adalah keserasian atau kesesuaian antara seluruh aspek psikologis dan dimiliki oleh seorang untuk dikembangkan secara optimal agar individu mampu melakukan kehidupan-kehidupan sesuai dengan tuntutan-tuntutan atau nilai-nilai yang berlaku secara individual, kelompok maupun masyarakat luas sehingga yang sehat baik secara mental maupun secara sosial. WHO mendefinisikan kesehatan sebagai keadaan (status) sehat utuh secara fisik, mental ( rohani ) dan social, bukan hanya suatu keadaan yang bebas dari penyakit, cacat dan kelemahan.(Smeet. 1994).

Mental yang sehat tidak akan mudah terganggu oleh stessor (faktor penyebab stress), orang yang memiliki mental sehat berarti mampu menahan diri dari tekanan-tekanan yang datang dari dirinya sendiri, orang lain dan lingkungan.

Ciri-ciri kesehatan mental :
- Memiliki attitude positiv terhadap dirinya sendiri
- Aktualisasi diri
- Mampu berintegrasi dengan fungsi-fungsi psikis yang ada
- Mandiri
- Memiliki presepsi yang objektiv
- Mampu untuk menyesuaikan diri dengan diri sendiri dengan orang lain dan masyarakat serta lingkungan dimana dia hidup dan berinteraksi