Psikologi lintas budaya adalah kajian mengenai persamaan dan perbedaan dalam fungsi individu secara psikologis, dalam berbagai budaya dan kelompok etnik; mengenai hubungan-hubungan di antara ubaha psikologis dan sosio-budaya, ekologis, dan ubahan biologis; serta mengenai perubahan-perubahan yang berlangsung dalam ubahan-ubahan tersebut.
Menurut Segall, Dasen dan Poortinga, psikologi lintas-budaya adalah kajian mengenai perilaku manusia dan penyebarannya, sekaligus memperhitungkan cara perilaku itu dibentuk dan dipengaruhi oleh kekuatan-kekuatan sosial dan budaya. Definisi ini mengarahkan perhatian pada dua hal pokok: keragaman perilaku manusia di dunia dan kaitan antara perilaku terjadi. Definisi ini relatif sederhana dan memunculkan banyak persoalan. Sejumlah definisi lain mengungkapkan beberapa segi baru dan menekankan beberapa kompleksitas: 1. Riset lintas-budaya dalam psikologi adalah perbandingan sistematik dan eksplisit antara variabel psikologis di bawah kondisi-kondisi perbedaan budaya dengan maksud mengkhususkan antesede-anteseden dan proses-proses yang memerantarai kemunculan perbedaan perilaku.
Lintas budaya terjadi ketika manusia dengan budayanya berhubungan dengan manusia lain yg berasal dr budaya yg berbeda, berinteraksi, saling mempengaruhi memberikan dampak positif dan negatif.Adanya perbedaan budaya tersebut karena budaya bersifat dinamis dan selalu berevolusi. Lintas budaya juga menciptakan nilai untuk menentukan mana yg tepat dan dapat diterima oleh budaya lain, sehingga menjadikan manusia berkomunikasi dg baik, mempererat ikatan, memberikan keunikan dan berbagi pengalaman.
Tujuan utama yang paling nyata dari lintas budaya ialah pengujian kerampatan (generality) pengetahuan dan teori psikologis yang ada. J.W Whiting (1968) mengatakan bahwa kita menggunakan psikologi lintas budaya melalui penggunaan data “beragam orang seantero dunia semata-mata untuk menguji hipotesis-hipotesis yang berhubungan dengan perilaku manusia.”. Dawson (1971) mengajukan tujuan ini ketika menyatakan bahwa psikologi lintas budaya dirancang agar kesahihan universal teori-teori psikologi dapat dikaji secara lebih efektif". Tujuan lain dari lintas budaya yaitu:
1. Menyadari bias budaya sendiri
2. Lebih peka secara budaya
3. Memperoleh kapasitas utk terlibat dg anggota dr budaya lain utk menciptakan hubungan yg penuh toleransi
4. Merangsang pemahaman yg lebih besar atas budayanya sendiri
5. Memperluas dan memperdalam pengalaman
6. Mempelajari ketrampilan komunikasi yg membuat seseorang mampu menerima gaya dan isi komunikasinya sendiri
7. Memahami budaya sbg hal yg menghasilkan, memelihara semesta wacana dan makna bagi para anggotanya.
8. Memahami kontak antar budaya, sbg input thd asumsi-asumsi, nilai, kebebasan, dan keterbatasan-keterbatasan
9. Memahami model, konsep dan aplikasi bidang komunikasi antar budaya
10. Menyadarai sistem nilai yg berbeda dpt dipelajari scr sistematis, dibandingkan dan dipahami.
Hubungan antara Psikologi Lintas Budaya dengan disiplin ilmu lain:
1. Psikologi Lintas Budaya dengan Antropolgi Psikologi lintas-budaya dan antropologi sering tumpang tindih, baik disiplin cenderung memfokuskan pada aspek yang berbeda dari suatu budaya. Sebagai contoh, banyak masalah yang menarik bagi psikolog yang tidak ditangani oleh antropolog, yang memiliki masalah mereka sendiri secara tradisional, termasuk topik-topik seperti kekerabatan, distribusi tanah, dan ritual. Ketika antropolog melakukan berkonsentrasi pada bidang psikologi, mereka fokus pada kegiatan dimana data dapat dikumpulkan melalui pengamatan langsung, seperti usia anak-anak di sapih atau praktek pengasuhan anak. Namun, tidak ada tubuh yang signifikan data antropologi pada banyak pertanyaan yang lebih abstrak sering ditangani oleh psikolog.
2. Hubungan Psikologi Lintas Budaya dengan Sosiologi Soerjono Soekamto, Sosiologi adalah ilmu yang memusatkan perhatian pada segi-segi kemasyarakatan yang bersifat umum dan berusaha untuk mendapatkan pola umum kehidupan masyarakat. hubungan Psikologi Lintas Budaya dengan Sosiologi adalah sama-sama mempelajari mengenai fungsi individu dalam masyarakat serta mempelajari budaya dan kelompok etnik yang berada dalam masyarakat, hanya saja psikologi lintas budaya lebih kepada bidang psikologisnya.
3. Psikologi lintas budaya dengan Kepribadian. konsep dasar psikologi yang berusaha menjelaskan keunikan manusia. Kepribadian mempengaruhi dan menjadi kerangka acuan dari pola pikir dan perilaku manusia, serta bertindak sebagi aspek fundamental dari setiap individu yang tak lepas dari konsep kemanusiaan yang lebih nesar, yaitu budaya sebagai konstruk sosial.
4. Hubungan antara psikologi lintas budaya dengan ekologi yaitu ekologi mempelajari mengenai interaksi yang baik dengan makhluk hidup maupun lingkungan yang aneka ragam.
Sumber:
http://id.wikipedia.org/wiki/Psikologi_lintas_budaya
http://kulpulan-materi.blogspot.com/2012/03/tujuan-psikologi-lintas-budaya.html
https://docs.google.com/viewer?a=v&q=cache:Fda4PSlFJZIJ:swastapriambada.lecture.ub.ac.id/files/2011/09/PEMAHAMAN-LINTAS-BUDAYA3.pptx
Tidak ada komentar:
Posting Komentar