Senin, 22 November 2010

Angklung dalam acara Una Noche Indonesia (Malam Indonesia)

Lima - Setelah dikukuhkan oleh UNESCO sebagai mata budaya warisan kebudayaan dunia, angklung Indonesia menggoyang Peru, Amerika Latin pada Una Noche Indonesia (Malam Indonesia).

"Acara ini terselenggara atas kerjasama KBRI Lima dengan Asociación Casa Hogar Padre Martinho sebuah panti asuhan ternama di Peru," tutur Sekretaris III Ika Yuniar Wulandari kepada detikcom, Sabtu (20/11/2010).

Asociación Casa Hogar Padre Martinho adalah panti asuhan yang didirikan oleh Pendeta Martinho Carlos María Gómez. Sebagai lembaga sosial, panti asuhan ini memiliki misi meningkatkan taraf hidup anak-anak dari keluarga miskin dengan menekankan pada pendidikan.

Nada-nada indah instrumen angklung dimainkan oleh Tim Angklung KBRI Lima dalam bingkai enam lagu yang telah populer di telinga warga setempat, yakni La Paloma, My Way, Guantanamera, El Condor Pasa, I´ll Be There dan O Sole Mio. Sementara tim tari menampilkan Tari Payung, Tari Piring, dan Tari Saman,

Penampilan kebudayaan Indonesia itu mendapat penghormatan standing applause dari para penonton yang memadati Auditorium Pedro Weiss, Lima, tempat Una Noche Indonesia digelar (16/11/2010). Pekikan 'Bravo!' membahana di ujung acara.

(Sabtu, 20/11/2010 20:06 WIB - www.detiknews.com)



Maka menurut saya Indonesia harus bangga memiliki alat musik angklung karena musiknya bisa diterima tidak hanya telinga orang Indonesia. Walaupun membawakan lagu-lagu barat tetapi dari situlah angklung bisa memukau dan menjadi daya tarik bagi pendengar-pendengar di Peru hingga bisa mendapatkan standing applause. kita juga harus bangga pada berbagai macamnya tarian-tarian yang berasal dari Indonesia yang juga bisa memukau semua penonton disana.

Maka sepatutnya kita harus melestarikan alat musik angklung kepada generasi-generasi selanjutnya agar salah satu kebudayaan Indonesia ini tidak hilang. Tidak hanya angklung tapi juga alat-alat music tradisional lainnya. Dan semoga nantinya bukan Cuma angklung yang mewakili Indonesia sebagai mata budaya warisan kebudayaan dunia tetapi juga kebudayaan-kebudayaan Indonesia yang lainnya.


Mata kuliah : Ilmu Budaya Dasar
1PA04

Tidak ada komentar:

Posting Komentar